Hello, fellas! Kali
ini Kanya posting entri mengenai “tips cara menulis novel”. Jadi, siapa
diantara kalian yang ingin menerbitkan novel? Mungkin dengan tips ini, kalian
terbantu ya! Mudah-mudahan, aku juga bisa nerbitkan novel ^^ Sebelumnya, Kanya
mengutip artikel ini dari blog orang, credit akan ditulis di bawah :) Artikel
ini juga Kanya ubah sedemikian rupa supaya mudah dimengerti dengan bahasa
yang lebih ringan ^^
***
Yang pertama;
Tulis apa yang
kamu ketahui. Misalnya pengalaman pribadi atau temanmu. Itu adalah cara menulis
novel yang baik. Tetapi jika kamu ingin menulis tentang sesuatu di luar
pengalaman, maka kamu harus mengerjakan lebih banyak PR (tugas).
Sebenarnya tidak
masalah ketika teman-teman ingin menulis cerita yang diluar pengalaman sendiri,
namun kamu harus mengetahui dan cukup memahami tentang permasalahan tersebut.
Misalnya jika kamu ingin membuat novel dengan latar belakang luar negeri,
negara Korea misalnya, setidaknya kamu harus membaca hal-hal yang berkaitan
tentang Korea. Apa makanan khasnya, bagaimana sejarah bangsanya, apa bahasanya,
bagaimana gaya hidupnya, bagaimana tata krama yang lazim digunakan. Intinya
kamu harus meriset kecil-kecilan tentang Korea. Jangan sampai menulis hal yang
tak lazim ditemukan di Korea.
Atau alangkah
bagusnya kamu sengaja bertandang kesana untuk lebih meresapi lingkungan dan
manusianya.
Yang kedua;
Jangan tulis
semua yang kamu tahu. Tulislah setiap karakter sampai terlihat senyata mungkin.
Sebab pembaca tidak ingin membaca profil biografi lengkap dari setiap karakter.
Tulislah secukupnya, sesuai dengan keperluan cerita saja. Buat agar pembaca
mengerti dengan mudah.
Yang ketiga;
Jangan hanya
menyebutkan tapi buatlah adegan. Misalnya kamu ingin menulis tentang rumah
tangga yang bermasalah. Sang Ibu mengetahui sang bapak telah berselingkuh
dengan wanita lain. Terjadilah pertengkaran hebat antara suami istri. Buatlah
adegannya.
Pembacamu ingin
melihat dan mendengar pertengkaran itu. Jangan hanya menyebutkan. Tampilkan
kepada pembaca apa yang sang istri katakan. Dan apa jawaban suaminya. Tampilkan
bahasa tubuh mereka. Tampilkan reaksi anak mereka yang menyaksikan pertengkaran
itu. Tampilkan noda hitam di dinding setelah sang istri melempar gelas berisi
kopi. Dan adegan lainnya.
Bila kamu
membuat adegannya sehidup mungkin, maka kamu akan membuat pembacamu seolah
sedang menonton sinetron atau film. Dan itu baik karena pembaca akan menyenangi
novelmu.
Yang keempat;
Tulislah
ringkasan novel milikmu dalam satu paragraf. Jika kamu merasakan kejanggalan
dalam menulis ringkasan itu berarti ide-idemu belum cukup terfokus. Dan kamu
harus menambahkan kekurangan itu.
***
Nah, itu dia
tips menulis novelnya! Semoga membantu, ya. Jangan lupa kalau ingin mengutip
ini, lampirkan kredit penuh dari blog asli :)
Thanks ya :)
BalasHapusSama-sama :) Sering-sering berkunjung, ya "D
HapusThanks ya :) Aku suka sama artikelnya hehe
BalasHapus