![]() |
| Pure from Oliveth |
Swinging
Life
—Oliveth proudly present—
Staring
by Itsumi [OC] \\ Genre : Slice of Life \\ Rated : G \\ Length : Drabble
Note : Already publised on my WordPress
.::oOo::.
“Aku butuh malaikat pelindung,
Tuhan.”
Itsumi menundukkan wajahnya
dalam-dalam. Sementara itu tubuhnya terayun-ayun pelan. Langit mulai
menunjukkan semburat oranye, disela-sela awan biru yang menggumpal. Gadis itu
tersenyum sedih, seraya mengembarakan matanya ke penjuru taman. Teman-teman
sebayanya sedang bermain dengan senang, terasa begitu membahagiakan.
“Itsumi! Kau ingin bermain?”
Atsuko, salah satu teman seperjuangan Itsumi menyahut. Mungkin yang Atsuko
lakukan adalah hal baik jika menawari bermain, namun itu berarti tak baik bagi
Itsumi.
“Maaf, Atsuko-chan! Bisa-bisa aku hanya menyusahkan
kamu dan yang lain. Maaf, ya?” Senyum Itsumi mengakhiri tawaran Atsuko. Gadis
muda itu kembali mengayun-ayunkan tubuhnya. Mata beningnya menerawang,
menyinarkan kesedihan, dan bibirnya tersenyum.
“Apakah hidup itu seberat ini?”
gumam Itsumi. “Aku ingin punya malaikat pelindung. Ya Tuhan, bisakah kau
kirimkan satu malaikatmu untukku?”
Hidup
itu seperti roda, namun baru kali ini aku merasa terombang-ambing seperti di
laut lepas. Jiwaku hampir melayang ke langit milik Tuhan dan sepertinya hal itu
akan berlangsung sebentar lagi. Terasa diayun-ayunkan dengan lembut, walapun
pada akhirnya akan dilepaskan oleh Tuhan dengan cara-Nya. Tahu tidak? Aku terus
berdoa agar Tuhan memberikanku hidup selembut mungkin, karena kehidupan nyataku
sangat tajam seperti duri.
“Kau tidak merasa bahagia?”
Suara itu terdengar hingga ke gendang telinga Itsumi, menggerakan instingnya
untuk segera menoleh. Didapati seseorang
di sampingnya, dengan senyum menawan dan wajah bercahaya. Itsumi tersenyum.
“Cukup bahagia,” kata Itsumi.
“Dalam imajinasiku, aku hidup bahagia.”
“Kenapa begitu? Sepertinya kau
sama sekali tidak merasa bersyukur?” Orang itu kembali menanyai Itsumi dengan
lembut.
“Apa? Tidak, bukan begitu. Aku
bersyukur—cukup bersyukur sampai saat ini. Tapi leukimia tak cukup membuatku
merasa sangat bahagia, karena dia memakan hampir separuh hidupku. Dan tempat
paling buruk adalah rumah sakit. Tempat ini benar-benar tak membuatku bahagia,
sama seperti kanker. Tapi tenang saja, aku sangaaaaaaat bersyukur kepada Tuhan!
Dia sudah memberiku malaikat-Nya—itu kamu, kan?”
Dan senyuman menawan itu adalah
jawabannya.
/fin./
Oliveth’s
note : Maaf
banget kalau ini absurd TT namanya juga manusia~ /eh/ Hihi, ini original
fiction! Kenapa aku gak posting FF? Karena aku gak ada feel. Kenapa gak ada
feel? Karena feel-ku cuma ada untuk Ori-fic. Kenapa feel-nya cuma ada untuk
Ori-fic? Karena—halah banyak bacot -___- /krik… krik… krik/ hihi, jangan lupa
RCL-nya, ya!
Jangan lupa kalau ini pernah diposting di WordPress aku >> http://oliverpooms.wordpress.com
Jangan lupa kalau ini pernah diposting di WordPress aku >> http://oliverpooms.wordpress.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Don't forget to leave a comment! Your comments really helped me to make a better story. 정말 감사합니다!