Laman

Rabu, 10 Desember 2014

Swinging Life

Pure from Oliveth

Swinging Life


Oliveth proudly present—

Staring by Itsumi [OC] \\ Genre : Slice of Life \\ Rated : G \\ Length : Drabble

Note : Already publised on my WordPress


.::oOo::.


“Aku butuh malaikat pelindung, Tuhan.”


Itsumi menundukkan wajahnya dalam-dalam. Sementara itu tubuhnya terayun-ayun pelan. Langit mulai menunjukkan semburat oranye, disela-sela awan biru yang menggumpal. Gadis itu tersenyum sedih, seraya mengembarakan matanya ke penjuru taman. Teman-teman sebayanya sedang bermain dengan senang, terasa begitu membahagiakan.



“Itsumi! Kau ingin bermain?” Atsuko, salah satu teman seperjuangan Itsumi menyahut. Mungkin yang Atsuko lakukan adalah hal baik jika menawari bermain, namun itu berarti tak baik bagi Itsumi.


“Maaf, Atsuko-chan! Bisa-bisa aku hanya menyusahkan kamu dan yang lain. Maaf, ya?” Senyum Itsumi mengakhiri tawaran Atsuko. Gadis muda itu kembali mengayun-ayunkan tubuhnya. Mata beningnya menerawang, menyinarkan kesedihan, dan bibirnya tersenyum.


“Apakah hidup itu seberat ini?” gumam Itsumi. “Aku ingin punya malaikat pelindung. Ya Tuhan, bisakah kau kirimkan satu malaikatmu untukku?”


Hidup itu seperti roda, namun baru kali ini aku merasa terombang-ambing seperti di laut lepas. Jiwaku hampir melayang ke langit milik Tuhan dan sepertinya hal itu akan berlangsung sebentar lagi. Terasa diayun-ayunkan dengan lembut, walapun pada akhirnya akan dilepaskan oleh Tuhan dengan cara-Nya. Tahu tidak? Aku terus berdoa agar Tuhan memberikanku hidup selembut mungkin, karena kehidupan nyataku sangat tajam seperti duri.


“Kau tidak merasa bahagia?” Suara itu terdengar hingga ke gendang telinga Itsumi, menggerakan instingnya untuk segera menoleh. Didapati seseorang di sampingnya, dengan senyum menawan dan wajah bercahaya. Itsumi tersenyum.


“Cukup bahagia,” kata Itsumi. “Dalam imajinasiku, aku hidup bahagia.”


“Kenapa begitu? Sepertinya kau sama sekali tidak merasa bersyukur?” Orang itu kembali menanyai Itsumi dengan lembut.


“Apa? Tidak, bukan begitu. Aku bersyukur—cukup bersyukur sampai saat ini. Tapi leukimia tak cukup membuatku merasa sangat bahagia, karena dia memakan hampir separuh hidupku. Dan tempat paling buruk adalah rumah sakit. Tempat ini benar-benar tak membuatku bahagia, sama seperti kanker. Tapi tenang saja, aku sangaaaaaaat bersyukur kepada Tuhan! Dia sudah memberiku malaikat-Nya—itu kamu, kan?”


Dan senyuman menawan itu adalah jawabannya.


/fin./


Oliveth’s note : Maaf banget kalau ini absurd TT namanya juga manusia~ /eh/ Hihi, ini original fiction! Kenapa aku gak posting FF? Karena aku gak ada feel. Kenapa gak ada feel? Karena feel-ku cuma ada untuk Ori-fic. Kenapa feel-nya cuma ada untuk Ori-fic? Karena—halah banyak bacot -___- /krik… krik… krik/ hihi, jangan lupa RCL-nya, ya!

Jangan lupa kalau ini pernah diposting di WordPress aku >> http://oliverpooms.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Don't forget to leave a comment! Your comments really helped me to make a better story. 정말 감사합니다!